bisa

Mendahulukan Menghafal Al Qur’an ataukah Menuntut Ilmu?

Bina Insan Sahabat Al Qur’an  –  Satu prioritas yang mesti dikedepankan dalam mempelajari ilmu syar’i adalah menghafalkan Al Qur’an. Namun sedikit yang mau perhatian dengannya. Kalau sedikit demi sedikit ditekuni, sebenarnya kita pun bisa menjadi seperti mereka-mereka yang telah menghafalkan Al Qur’an. Menghafalkan satu dua juz saja, itu berarti kita sudah menjadi bagian dari penjaga Qur’an. Yang penting kontinu dan rutin dijaga. Namun apakah selalu menghafal Qur’an lebih didahulukan dari mempelajari ilmu syar’i lainnya? Dan apakah menghafal hanya sekedar menghafal tanpa direnungkan maknanya lalu diamalkan? Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya, “Manakah yang lebih afdhol, mempelajari Al Qur’an ataukah menuntut ilmu (syar’i)?” Jawaban beliau rahimahullah, “Ilmu yang wajib dipelajari setiap muslim adalah ilmu yang berisi perintah Allah dan larangan-Nya. Mempelajari ilmu semacam ini lebih didahulukan dari menghafalkan Al Qur’an yang tidak wajib. Mempelajari ilmu semacam tadi itu wajib sedangkan menghafalkan Al Qur’an ketika itu dihukumi sunnah. Dan sekali lagi, yang wajib lebih didahulukan dari ilmu yang sunnah. Adapun menghafal Al Qur’an, maka itu didahulukan dari ilmu lainnya baik ilmu yang bathil atau ilmu yang sedikit manfaatnya. Menghafal Qur’an juga lebih didahulukan dari mempelajari ilmu ushul (pokok) dan furu’ (cabang). Untuk waktu saat ini, lebih baik mendahulukan menghafal Al Qur’an karena Qur’an adalah ushul setiap ilmu. Berbeda dengan yang dilakukan oleh kebanyakan ahli bid’ah dari kalangan non Arab dan selainnya di mana mereka lebih menyibukkan diri dengan ilmu yang tidak manfaat semacam banyak omongan, banyak berdebat, membahas masalah khilaf (perselisihan pendapat), ilmu furu’ yang tidak urgent dikaji, masalah taklid yang tidak perlu dibahas, atau membahas hadits ghorib (yang tidak shahih dan tidak ada manfaat untuk dikaji), begitu pula dengan ilmu matematika yang tidak bisa dijadikan hujjah yang kuat. Hal ini dilakukan sampai meninggalkan menghafal Al Qur’an, padahal Al Qur’an lebih penting dari semua ilmu tersebut. Dan perlu sekali masalah ini didetailkan. Yang dituntut dari Al Qur’an adalah memahami maknanya dan mengamalkan isinya. Jika tujuannya menghafalnya bukanlah untuk maksud tersebut, maka tentu ia bukan seorang yang berilmu atau ulama. Wallahu subhanahu a’lam.” (Al Majmu’ Al Fatawa, 23: 54-55) Tentu memiliki akidah yang benar dan cara ibadah yang benar, itu lebih didahulukan dari menghafal Qur’an. Jika cara ini sudah ditempuh dengan benar barulah mengambil prioritas untuk menghafal Qur’an daripada mengambil bagian untuk mempelajari ilmu lain yang tidak bermanfaat. Karena sebagaimana diterangkan di atas, Al Qur’an adalah ushul (pokok) segala ilmu. Semoga Allah memudahkan kita untuk menjadi ahli Al Qur’an. Wallahu waliyyut taufiq.  Sumber

Mendahulukan Menghafal Al Qur’an ataukah Menuntut Ilmu? Read More »

MELATIH ANAK CEPAT MENGHAFAL AL-QUR’AN

Bina Insan Sahabat Al Qur’an  –  “Sebaik-baik orang diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Mengapa kita perlu mengajarkan Al-Qur’an dan mendorong anak-anak untuk menghafal Al-Qur’an?     – untuk mendapatkan ridho Allah    – untuk mendapatkan ketenangan hidup    – karena Al Qur’an akan menjadi penolong (syafa’at) bagi para penghafalnya    – penghafal Al-Qur’an dapat memberikan syafaat bagi keluarganya    – mendapatkan banyak kemuliaan dan pahala yang berlimpah Prinsip-prinsip mengajarkan Al-Qur’an:     – Tidak boleh memaksa anak ( kecuali dengan alasan, misalkan watak anak ‘pemalas’ )    – Lakukan kegiatan dengan cara menyenangkan    – Dimulai dari ayat-ayat yang mudah difahami    – Keteladanan dan motivasi Kunci keberhasilan mengajarkan anak untuk menghafal Al-Qur’an:     – Suasana senang dan membahagiakan akan membantu anak untuk mengingat hafalannya dalam waktu yang lama, dengan demikian anak akan berinteraksi dengan Al-Qur’an dengan perasaan cinta dan keterikatan terhadap Al-Qur’an.    – Berulang dan kontinyu Cara memelihara dan mengembangkan memori anak:     – Ajari anak untuk fokus dan perhatian pada pendidiknya    – Faktor makanan adalah penentu untuk terpelihara kemampuan memori itu bekerja (zat-zat adiktif yang terdapat dalam makanan, perlahan tapi pasti akan merusak daya ingat anak-anak)    – Memberi penjelasan pada anak-anak atas nilai-nilai yang terkandung dalam bacaan yang dihafalnya, maka memori akan bekerja lebih eksis    – Menghormati waktu bermain dan waktu istirahat anak    – Jauhkan unsur-unsur yang dapat mengancam psikologi anak-anak ; celaan dan tekanan    – Ciptakan motivasi-motivasi agar anak cenderung menyukai aktifitas menghafal Waktu-waktu yang tepat untuk mengajarkan anak menghafal Al-Qur’an:     – Tidak mengantuk    – Tidak letih / kelelahan    – Tidak kekenyangan atau sebaliknya, tidak sedang kelaparan    – Tidak dalam keadaan capek belajar    – Tidak sedang bermain    – Tidak dalam keadaan sakit / bad mood Yang perlu diperhatikan tentang bakat anak dalam menghafal:     – Kenali bakat anak-anak dan hargai minat mereka.    – Fahami keterbatasan daya ingat anak karena tiap anak itu beda kemampuannya    – Kenali anak-anak yang memiliki kesulitan dalam belajar dan berinteraksiSumber

MELATIH ANAK CEPAT MENGHAFAL AL-QUR’AN Read More »

Tips Menghafal dan Muraja’ah Al-Qur’an Dengan Baik

Bina Insan Sahabat Al Qur’an  – Bismillah…Al Qur’an merupakan salah satu mu’jizat yang turun kepada Muhammad SAW dan diwariskan kepada umatnya dan keasliannya akan terus terjaga sepanjang zaman. Allah SWT berfirman :“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya.” (Al Hijr:9) Qur’an memiliki banyak sekali kelebihan, selain itu Qur’an juga sangat bermanfaat bagi manusia. Orang yang sering membaca Qur’an akan sangat berbeda dengan orang yang jarang bahkan tidak pernah sama sekali membacanya. Itu baru sebatas membaca. Apalagi jika Qur’an tersebut dihafal, maka bi iznillah manfaatnya akan selalu menyertai orang yang menghafalkannya.  Ada beberapa fase dalam menghafal al-Quran ini.1. Fase pra hafalan (taaruf)2. Fase hafalan (tahfidz)3. Fase menjaga hafalan (murojaah) A. Fase Pra HafalanHal pertama dalam fase pra hafalan, ada baiknya kita mengenal dulu dengan kitab suci yang akan kita hafal ini. Beberapa sifatnya antara lain: 1. Mudah dihafal. Allah sendiri berfirman dan diulang-ulang dalam surat al-Qomar, “Walaqad yassarna al-Qurana lidz-dzikri fahal min muddakir… (QS. Al-Qomar: 17)”. Selain dikuatkan dengan firman Allah, secara bahasa sendiri al-Quran sangat mudah dihafalkan. Terlebih di dalamnya, banyak ayat-ayatyang mirip, sehingga kita tidak perlu menguras otak lebih karena ada beberapa kalimat atau ayat yang sudah pernah kita hafalkan dulu.2. Mudah pula terlupa. Dalam hal ini penulis sendiri kurang tau apakah riwayat ini adalah hadits atau apa, akan tetapi dulu Kyai penulis pernah bilang bahwa, “Menghafal Quran itu seperti mengikat unta. Bila longgar sedikit saja ikatannya, makaakan sangat mudah lepas.”3. Al-Quran adalah kitab suci kita, barangsiapa dapat menghafalkannya maka akan mendapat banyak fadhilah, seperti: variasi bacaan dalam sholat, mengisi waktu luang ketika menuggu bus, di dalam bus dll.4. Dengan menghafalkannya, terlebih bila memahami maknanya bisa membuat hati kita terbuka, menemukan kebenaran din ini, menemukan mukjizat-mukjizat di dalam al-Quran dsb. Intinya, insya Allah bisa menambah iman kita dan takwa kita..  Selanjutnya, setelah berkenalan dengan obyek yang ingin kita hafal, sekarang saatnya berpindah kepada subyeknya. 1. Temukan motivasi yang tepat atau niatnya. Tentukan, apakah untuk ujian saja, atau untuk sesuatu hal yang di atas itu. Penentuan motivasi ini sangat menentukan tingkat kualitas hafalan dan kesungguhan kita dalam menghafal.2. Berikan waktu khusus dalam keseharian kita.3. Persiapkan diri dari banyaknya godaan yang melalaikan dan ketidak-disiplinan. Karena sebenernya, dari pengalaman penulis sendiri dan curhat temen-temen, kunci menghafal al-Quran adalah satu; ISTIQOMAH.4. “Qalilun qarra khairun min katsirun farra..” lebih baik sedikit tapi kuat, daripada banyak hafalan tapi lemah. Artinya, menghafal al-Quran itu haruslah tadarruj, alias bertahap. Allah sendiri berfirman, “Wala ta’jal bil qurani min qabli an yuqdha ilaika wahyuhu, wa qul rabbi zidny ilman…” (QS. Toha: 114). Banyak sedikitnya menghafal, sangat tergantung pada kemampuan penghafal, ndak perlu dipaksa. B. Fase MenghafalSetelah bertaaruf, dan kenal-kenalan sebelum memasuki dunia hafalan ini, kini saatnya kita melakukan proses menghafal. Fase di atas tadi, cukup dipahami saja dan dijadikan pengingat bila suatu saat kita merasa kesulitan dan pengen curhat .  Oke, sekarang saatnya kita masuk dalam persoalan teknis, yakni trik menghafal. Sebenernya, soal ini penulis lebih suka menyerahkan kepada pembaca soal bagaimana menghafal. Karena, dalam menghafal ini sangat bergantung pada kondisi /dzuruf si penghafal. 1. Membaca pelan dan mecoba memahami maknanya (grambyang) dari apa yang ingin kita hafal di pagi hari, pada malam hari sebelum tidur.2. Lebih baik baik dilakukan setelah sholat subuh, mulai menghafal al-Quran secara tadarruj dimulai dari jumlatan fa jumlatan (kalimat per kalimat) bukan ayat per ayat! Setelah hafal (membaca tanpa melirik al-Qurannya) satu kalimat, baru berpindah ke kalimat yang lain.3. Setelah hafal satu ayat, boleh berpindah ke ayat lain, dan temukan keserasian dalam dua ayat ini. Sangat sering terjadi, ayat al-Quran ini memiliki satu tema setiap separuh halaman.4. Dianjurkan minimal menghafal satu halaman, atau lebih baik lagi dua halaman setiap harinya. Agar nanti yang tergambar di ingatan kita adalah seperti membuka al-Quran, satu di sisi kanan dan satu lagi di sisi kiri.5. Lebih dan sangat dianjurkan untuk menyetorkan hafalan yang baru kita hafal, pada orang yang sudah hafal lebih dari kita. Bukan saja karena menjaga agar apa yang kita hafal ini sudah benar kata per katanya, akan tetapi juga sangat bermanfaat sebagai latihan dalam hafalan kita. C. Fase MengulangPerlu diketahui dan diingat, fase murojaah ini adalah yang sangat-sangat penting dan paling penting di antara dua fase di atas.Sama seperti menghafal, dalam murojaah pun ada yang namanya tadarruj. Yakni bertahap pula dalam melakukannya. 1. Murojaah sebelum membuat hafalan baru. Yang perlu kita ulang hafalannya sebelum membuat hafalan baru adalah hafalan seperempat juz (5 halaman) sebelum hafalan baru kita. Jadi, jangan menambah hafalan baru bila seperempat juz sebelumnya masih berantakan hafalannya.2. Murojaah hafalan baru. Setelah paginya kita menghafal, maka berikan waktu khusus buat mengulang hafalan baru kita itu. Paling enak adalah ketika sholat dhuha. Semakin sering diulang dalam sholat, semakin baik. 1. Murojaah per seperempat juz (5 halaman). Murojaah ini dilakukan setiap hari, dan berkelanjutan esok harinya. Lebih baik disetorkan juga murojaah yang ini. Sifatnya seperti hafalan baru, harus bener-bener mantap ketika disetorkan.2. Murojaah per 1 juz. Sama seperti murojaah seperempat juz, murojaah ini juga lebih baik disetorkan. Akan tetapi gak menutup kemungkinan untuk dibaca sendiri.3. Murojaah per 5 juz. Kalau bisa, hal ini disetorkan juga. Akan tetapi, kecuali di pondok tahfidz, mungkin agak jarang yang mau nerima setoran 5 juz.  Metode-metode di atas tidak mutlak sifatnya. Namun, secara pengalaman metode-metode di atas cukup membantu dalam proses menghafal al-Quran.  Selanjutnya, mungkin ada beberapa tips tambahan di bawah ini yang bisa dijadikan masukan buat temen-temen: 1. Akan lebih cepat dan mudah bila kita menghafal sambil mengetahui artinya. Bisa lewat terjemah al-Quran, atau bahkan dengan tafsirnya sekalian, .2. Setelah tahu artinya, perlu diketahui bahwa al-Quran itu berbentuk setengah prosa (cerita) dan setengah puisi (berima). Dengan prosanya, akan membuat kita lebih mudah untuk mengaitkan antara satu ayat dengan ayat lainnya lewat siyaq atau jalan cerita atau tema khusus.3. Mengatur waktu dalam satu hari sebaik mungkin. Minimal ada dua hal penting yang perlu diperhatikan, yang pertama murojaah, yang kedua bikin hafalan baru.Dan semoga kita dijadikan sebagai Ahlul Quran. Amiin. Sumber

Tips Menghafal dan Muraja’ah Al-Qur’an Dengan Baik Read More »

7 Cara Menjaga Semangat Hafalan

Bina Insan Sahabat Al Qur’an  – Betapa nikmatnya bisa menghafal al quran. Betapa menyenangkannya bisa bermesraan dengan kalam Allah sambil menyendiri tanpa diganggu siapapun. Bibir melafalkannya, hati memaknai arti yang terkandung, dan jiwa terus menggebu untuk bisa melakukan apa yang menjadi perintah, dan menjauhi apa yang menjadi larangan. Mencerna setiap kisah, dan meresapi setiap ilmu pengetahuan yang ada di dalam al quran. Menghafal al quran, bukan hanya aktifitas fisik. Menurut saya, aktifitas menghafal al quran itu adalah perpaduan fisik dan jiwa. Ruh dan jasad. Terlihat dan tak terlihat. Hafalan al quran saya masih sedikit. Belum apa-apa jika saya menyebutkan berapa jumlah juz yang sudah dihafal. Yang saya tahu, saya harus tetap semangat menghafal tanpa putus asa mengejar target yang telah dibuat. Teman-teman pastinya senang juga kan ya kalau semangat hafalan tetap terjaga sehingga rutinitas hafalan menggapai kualitas yang memadai. Ada beberapa yang harus kita perhatikan agar semangat menghafal kita tetap terjaga (berdasar pengalaman pribadi) : 1. Tuliskan target hafal al quran Misalkan kita ingin hafal al quran selama lima tahun, empat tahun, atau berapa tahun sesuai target kita, maka diusahakan jangan hanya berangan-angan saja. Tuliskan, dan tempatkan di tempat kita bisa melihatnya setiap hari. Tulisan itu akan selalu membekas di dalam mata dan hati kita. Buat diri kita merasa malu jika tidak hafalan karena tiap hari membaca tulisan itu. Contoh tulisan target : MISI BESARKU : HAFAL AL QURAN LIMA TAHUN MULAI DARI SEKARANG! TAHUN 2018 HARUS SUDAH HAFAL!!! 2. Membuat jadwal menghafal Karena sudah punya target, maka harus ada usaha nyata untuk menghafal. Misalkan lima tahun kita target hafal.jumlah ayat = 6666 ayatlima tahun =365 hari X 5 =1825 harimaka hafalan per harinya minimal = 6666 ayat : 1825 = 3,65= 4 ayat Nah, jika target lima tahun hafal, maka minimal per hari harus hafal 4 ayat. Per minggu minimal 28 ayat. untuk jadwalnya, kita bisa pilih, misalkan sebelum subuh selama satu jam, atau sehabis shalat maghrib selama setengah jam…tergantung waktu kita…yang penting kita mengalokasikannya setiap hari. 3. Bergabung pada komunitas tahfidzul quran Bergabung dengan komunitas tahfidz sangat diperlukan lho. Tak harus yang formal. Contoh kecil saja kita bisa mengajak teman-teman kita yang punya visi sama untuk membuat lingkaran tahfidz lalu mengundang seorang hafidz atau hafidzoh sebagai pembimbingnya. Ini dilakukan sebagai wadah setoran hafalan kita, agar tetap terjaga. Dan, dengan berkumpul dengan orang yang memiliki semangat menghafal al quran, insya Allah ini menjaga semangat kita dalam menghafal. Malu juga kan ya kalau teman-teman kita sekomunitas nambah hafalan tapi kita tidak? 4. Sering-sering membaca al quran Kalau kita senang menghafal, jangan lupa untuk senang membaca al quran juga. Saat membaca al quran, kita langsung mendapatkan ruh dari Allah sehingga apa yang kita baca pun merasuk ke dalam jiwa kita. 5. Tidak banyak bergurau yang tidak penting 6. Murojaah (mengulang-ulang hafalan yang sudah dimiliki) 7. Banyak berdoaMudah-mudahan Allah memberkahi setiap langkah kita dalam menghafal al quran. Mudah-mudahan Allah menjadikan kita bagian dari keluarga-Nya. Sumber

7 Cara Menjaga Semangat Hafalan Read More »

Tips Menghafal Al-Qur’an

Bina Insan Sahabat Al Qur’an  – Al-Qur’an, sumber dari segala sumber hukum umat Islam. Panduan langsung dari Allah SWT untuk kita agar selamat di dunia dan di akhirat. Allah SWT menjanjikan pahala besar bagi yang membacanya, memahaminya, dan melaksanakannya. Adalah impian setiap muslim untuk bisa menghafalkan Al-Qur’an. Secara umum, berikut adalah beberapa tips untuk dapat menghafal Al-Qur’an dari seorang hafiz juara lomba menghafal qur’an di tingkat nasional maupun internasional, Mudhawi Ma’arif (semoga Allah merahmati beliau): Untuk memudahkan kita dalam menghafal, ada syarat-syarat yang harus kita pegang kuat-kuat, yaitu:     1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.    2. Berniat mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan menjadi hamba-hamba pilihan-Nya yang menjaga Al-Qur’an    3. Istiqomah (teguh hati).    4. Menguasai bacaan al-qur’an dengan benar, baik tajwid maupun makharij setiap huruf.    5. Adanya seorang pembimbing dari ustad/ustadzah (al-hafidz/al-hafidzah).    6. Minimal sudah pernah khatam Al-Qur’an 20 kali (dengan membaca setiap ayat 5 kali).    7. Konsisten menggunakan satu jenis mushaf al-qur’an (al-qur’an pojok).    8. Konsisten menggunakan pensil/bolpen/stabilo sebagai pembantu.    9. Memahami ayat yang akan dihafal Ada tiga tahap utama yang harus dilakukan seorang penghafal Al-Qur’an, yaitu:        1. Persiapan (isti’dad)    Kewajiban utama penghafal al-qur’an adalah harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halaman dengan tepat dan benar dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal. Contohnya:         – Sebelum tidur malam, lakukan persiapan terlebih dahulu dengan membaca dan menghafal satu halaman secara cepat (jangan langsung dihafal secara mendalam).        – Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi.        – Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar-benar hafal diluar kepala.     2. Pengesahan (tashih/setor)    Setelah melakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat-ingat suatu halaman tertentu, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan kita kepada ustad/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustad, lakukan hal-hal berikut:         – Berikan tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau diatas huruf yang lupa)        – Ulangi setoran sampai dianggap benar oleh ustad.        – Bersabarlah untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan.     3. Pengulangan (muroja’ah/penjagaan)    Setelah setor, jangan meninggalkan tempat (majelis) untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulangi lagi beberapa kali terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran ustad/ustadzah) sampai ustad benar-benar mengijinkan kita untuk pulang. Memang luar biasa perjuangan seorang penghafal Al-Qur’an. Wajarlah jika Allah menjanjikan pahala besar bagi siapapun yang sanggup menghafalkan Al-Qur’an. Semoga tips di atas bisa membantu kita untuk menghafalkan kitab suci kita tercinta. Wallahu’alam bisshawab. Sumber

Tips Menghafal Al-Qur’an Read More »

Cara Mudah Agar Hafalan Kuat dan Tidak Mudah Lupa

Bina Insan Sahabat Al Qur’an  – Kita seringkali mengalami masalah ketika belajar entah itu belajar ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Seperti Sulit memahami pelajaran, atau bahkan lupa dengan apa yang telah kita pelajari.  Berikut hal-hal yang menyebabkan kuatnya hafalan. Beberapa Sebab Kuat Hafalan وأقوى أسباب الحفظ: الجد والمواظبة، وتقليل الغذاء، وصلاة الليل، وقراءة القرآن من أسباب الحفظ. قيل: ليس شيئ أزيد للحفظ من قراءة القرأن نظرا، والقراءة نظرا أفضل لقوله عليه الصلاة والسلام: أعظم أعمال أمتى قراءة القرآن نظرا Yang paling kuat menyebabkan mudah hafal adalah kesungguhan, kontinuitas, mengurangi makan dan shalat di malam hari. Membaca Al-Qur’an termasuk penyebab hafalan seseorang, ada dikatakan : “Tiada sesuatu yang lebih bisa menguatkan hafalan seseorang, kecuali membaca Al-Qur’an dengan menyimak. “Membaca Al-Qur’an yang dilakukan dengan menyimak itu lebih utama, sebagaimana sabda Nabi saw : “Amalan umatku yang paling utama adalah membaca Al-Qur’an dengan menyimak tulisannya.” ورأى شداد بن حكيم بعض إخوانه فى المنام، فقال لأخيه: أى شيئ وجدته أنفع؟ قراءة القرآن نظرا. Syaddad bin Hakim pernah bermimpi ketemu temannya yang mati, lalu bertanya: “Perbuatan apakah yang engkau rasakan lebih bermanfaat? Jawabnya : “membaca Al-Qur’an dengan menyimak tulisannya.” ويقول عند رفع الكتاب: بسم الله وسبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله، والله اكبر، لا حول ولا قوة إلا بالله العلى العظيم العزيز العليم، عدد كل حرف كتب ويكتب أبد الآبدين ودهر الداهرين. ويقول بعد كل مكتوبة : آمنت بالله الواحد الأحد الحق، وحده لا شريك له، وكفرت بما سواه Termasuk hal-hal yang bisa memperkuat hafalan kita adalah ketika mengambil suatu buku kita sambil berdo’a : Bismillahi wasubhanallohi walhamdulillahi wala illaha illallohu wallohu akbar wala haula wala kuwwata illa billahil a’liyyil a’zhimil a’jijil a’limi a’dada kulli harfin kutiba wayuktabu abadal abidina wadahroddahirina. Artinya : (Dengan menyebut Asnma Allah, Maha suci Allah, segal puji milik Allah dan tiad tuhan selain Allah yang Maha Agung, tiada daya dan kekuatan selain atas pertolongan Allah Yang Maha Mulya Agung Luhur Lagi Mah Mengetahui, sebanyak huruf yang tertulis dan akan di tulis, berabad-abad dan sepanjang masa). Dan setiap selesai menulis berdo’a : Amantu billahil wahidi wahdahu lasyarika lahu wakapartu bima siwahu. Artinya: (Aku beriman kepada Allah Yang Tunggal, Maha Esa, berkesendirian tiada teman dalam ketuhannaNya, dan saya hindari dari bertuhan kepad selainNya.) ويكثر الصلاة على النبى عليه السلام فإن ذكره رحمة للعالمين. [قال الشافعى رضى الله عنه:] شكوت إلى وكيع سوء حفظى        [فأرشدنى] إلى ترك المعاصى فإن الحفظ فضل مــــــــن الله        وفضل الله لا يعطى لعاصـــــى Dan dengan banyak membaca shalawat Nabi saw. Karena shalawatlah yang menjadi dzikir seluruh alam. Syi’ir disebutkan : Aku laporkan kepada ki Waki’ “hafalanku lemah” Ia memberi nasihat agar meninggalkan maksiat. Hafalan itu, sebagai anugerah dari sisi Tuhan Orang yang bermaksiat tak akan diberi anugrah dari Tuhan. والسواك وشرب العسل وأكل الكندر مع السكر وأكل إحدى وعشرين زبيبة حمراء كل يوم على الريق يورث الحفظ ويشفى من كثير من الأمراض والأسقام، وكل ما يقلل البلغم والرطوبات يزيد فى الحفظ، وكل ما يزيد فى البلغم يورث النسيان. Bersiwak, minum madu, makan kandar (kemenyan putih), bercampur gula dan menelan buah zabib merah 21 butir setiap hari, kesemuanya dapat mempermudah hafal lagi dapat mengobati berbagai macam penyakit. Segala sesuatu yang bisa mengurangi pelendiran dahak dan mengurangi pelemakan kulit badan yang diakibatkan terlalu banyak makan, adalah juga bisa memperkuat hafalan. Sesuatu yang memperbanyak lendir dahak, akan membuat orang jadi pelupa. Penyebab Lupa Penyebab lupa adalah laku maksiat, banyak dosa, gila dan gelisah karena urusan dunia. Seperti telah kami kemukakan di atas, bahwa orang yang berakal itu jangan tergila-gila dengan perkara dunia, karena akan membahayakan dan sama sekali tidak ada manfaatnya. Gila dunia tak lepas dari akibat kegelapan hati, sedang gila akhirat tak lepas dari akibat hati bercahaya yang akan terasakan di kala shalat. Kegilaan dunia akan menghalangi berbuat kebajikan, tetapi kegilaan akhirat akan membawa kepada amal kebajikan. Membuat dirinya terlena melakukan shalat dengan khusu dan mempelajari ilmu pengetahuan itu dapat menghilangkan kekacauan dalam hati, sebagaimana tersebut di dalam gubahan Syaikhul Islam Nasrhr Ibnul Hasan Al-Marghibani : Pohonlah inayah, oh Nasr putra Al-Hasan Untuk mencapai ilmu yang tersimpan Hanya itu, yang bisa membuang duka Selain itu, jangan percaya والشيخ الإمام الأجل نجم الدين عمر بن محمد النسفى قال فى أم ولد له: سلام على مـــــــــن تيمتنى بظرفـها        ولمعة خــــــــدها ولمحة طرفها سبتنى وأصبتنى فـــــــــــــتاة مليحة        تحيرت الأوهام فى كـنه وصفها فقلت: ذرينى واعذرينــــــــى فإننـى        شغفت بتحصيل العلوم وكــشفها ولى فى طلاب الفضل والعلم والتقى        غنى عن غناء الغانيات وعرفها Syaikhul Imam Najmuddin Umar bin Muhammad An-Nasafi dalam menyifati jariyah Ummi waladnya, tergubah beberapa bait syi’ir : Salamku buat si dia, yang membuatku terpesona karena lembut tubuhnya Halus pipinya dan giuran kerdipan matanya Si cantik molek, diriku jadi tertahan, hatikupun tertawan Hati kebingungan, bila bermaksud tuk menggambarkan Aku berkata : tinggalkan daku, maafkan aku Karena kusibuk membuka jalan dan menuntut ilmu Selama aku mencari utama dan taqwa Tak perlu lagi, rayuan si cantik dan harum baunya وأما أسباب نسيان العلم: فأكل الكزبرة الرطبة، والتفاح الحامض، والنظر إلى المصلوب، وقراءة الخط المكتوب على حجارة القبور، والمرور بين قطار الجمال، وإلقاء القمل الحي على الأرض، والحجامة على نقرة القفا، كلها يورث النسيان Sebab-sebab yang membuat mudah lupa, yaitu makan ketumbar, buah apel masam, melihat salib, membaca tulisan pada kuburan, berjalan disela-sela unta terakit, membuang ke tanah kutu yang masih hidup, dan berbekam pada tengkuk kepala. Singkirilah itu semua, karena membuat orang jadi pelupa.  Sumber

Cara Mudah Agar Hafalan Kuat dan Tidak Mudah Lupa Read More »

Tips Sederhana Agar Anak Balita Kita Bisa Hafal Al-Qur’an

 Bina Insan Sahabat Al Qur’an  –  Bagi orang tua muslim adalah sebuah kebanggaan dan sekaligus impian memiliki anak yang bisa menghafal Al-Qur’an atau yang biasa dikenal dengan sebutan hafidz. Impian maupun keinginan agaknya tak akan bisa terwujud apabila para orang tua tidak melakukan aksi nyata dalam mewujudkan impianya itu, berikut ini tips sederhana bagi para orang tua dalam melatih putra atau putrinya aga bisa menghafal Al-Qur’am Fase 1 : Usia anak 0 sampai 2 tahunMulailah dengan mengenalkan surat Al-Fatihah, mengingat surat ini sangat penting kedudukanya dan utama terutama kelak bila sang anak udah bisa Sholat, ayat ini wajib untuk dilantunkan ketika Sholat. Bagaimana caranya :-Tiap hari 4 kali waktu (pagi, siang, sore, malam)-Tiap 1 waktu satu surat diulang 3x-Setelah hari ke-5 ganti surat An Naas dengan metode yang sama-Tiap 1 waktu surat yg lain-lain diulang 1×2 Fase 2 :Usia anak 2 sampai 4 tahun :Metode yang digunakan pada fase 2 ini tetap sama dengan Fase 1, hanya saja ada penambahan kadarnya. Jumlah ayat yang dihafalkan mulai ditambahkan kuantitasnya. Fase 3 : Usia anak 4 – 5 tahunPada Fase ke 3 ini, usia anak sudah semakin matang, maka pendekatan orang tua dalam mengajarkan menghafal Al-Qur’an harus lebih intensif.-Mulai atur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius-Ajari muraja’ah sendiri-Ajari menghafal sendiri-Selalu dimotivasi supaya semagat selalu terjaga-Waktumenghafal 3-4x perhari Semoga akan semakin banyak lahir anak-anak penghafal Al-qur’an dari para keluarga Muslim.Sumber

Tips Sederhana Agar Anak Balita Kita Bisa Hafal Al-Qur’an Read More »

Kaedah Mendidik Anak Menghafal Al- Quran Cara Cepat & Berkesan

Bina Insan Sahabat Al Qur’an  – Sebagai seorang muslim, mempunyai anak yang boleh menghafal Al Quran adalah satu kebanggaan dan haruslah menjadi sebuah cita-cita kepada semua ibu bapa. Bagaimana agar anak kita yang masih 6–8 tahun dapat dengan mudah menghafal Al Quran? Disini ada beberapa cara yang berkesan yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. 1. Perdengarkan bacaan Al Quran seoptimum mungkin Pernah mendengar anak kecil sudah hafal satu lirik lagu kumpulan nyanyian orang dewasa? Apa yang membuatnya begitu menghafalnya? Ya, kerana terlalu sering mendengarnya. Perkara yang sama juga berlaku pada bacaan Al Quran. Semakin sering kita memperdengarkan ayat Al Quran kepada anak-anak, semakin banyak kesempatannya untuk dapat menghafal Al Qur’an. Bila lagu yang tidak disengajakan pun dapat dihafal, bagaimana jika kita memang menyusun “strategi” untuk secara sengaja memperdengarkannya secara berterusan? Insya Allah hasilnya lebih baik lagi. 2. Beri Hadiah Anak seusia ini menyukai pujian. Jika ingin membuatnya bersemangat, puji mereka. Bentakan, ancaman, dan tekanan tidak membuat mereka termotivasi kerana mereka tidak menyukainya. Menekan hanya akan membuat mereka trauma dan malas menghafal. Menekan juga hanya akan menjadikan proses menghafal sebagai suatu proses yang ditakuti. Sebaliknya, berikanlah penghargaan (reward). Reward tidak harus mahal kerana tujuannya adalah untuk membuat mereka berasa dihargai setelah “bekerja keras” menghafal Al Quran. Perkara ini juga bermaksud menjaga rasa senang si anak. Rasa senang anak perlu dijaga dalam proses menghafal kerana learning is most effective when fun. Penghargaan atau reward dapat menjadi satu pakej rangsangan dengan sanjungan. Bila menerima ini, mereka seperti mendapat double reward: sudah diberi hadiah, disanjung pula. Insya Allah mereka akan semangat menghafal. 3. Berceritalah Berceritalah secara ringkas mengenai ayat atau surah yang akan dihafal anak kita. Dengan mendengar cerita, anak dapat membayangkan kandungan surah. Hal ini membuat mereka merasa bahawa ayat-ayat Al Quran itu membumi, dekat dengannya kerana mudah difahami. Bercerita juga bererti menuntut ibu bapa sendiri agar juga menghafal atau setidaknya memahami kandungan ayat atausurah dengan baik. Maka proses menghafal bukanlah proses khusus si anak semata-mata, tetapi kerjasama yang baik antara anak dan ibu bapa. 4. Gambaran Selain bercerita, Anda juga dapat membuat gambaran yang berkaitan dengan ayat atau surah yang dihafal. Efek visual dapat menarik perhatian anak lebih banyak. 5. Guru yang Kompeten Pilihlah guru Al-Quran yang kompeten. Sebolehnya seorang yang menghafal 30 juz Al Quran, berpenampilan menarik, dan menyenangkan. Untuk menghadapi anak kecil, dia jugalah harus inovatif dan kreatif. Dia tidak boleh kaku kerana yang dihadapi adalah seorang makhluk yang masih dalam tahap perkembangan dan belum banyak memahami seperti orang dewasa. Dia juga harus bersedia duduk dan bermain bersama. Guru yang seperti ini akan membuat anak selesa bersamanya sehingga insya Allah diharapkan semangatnya untuk menghafal pun bertambah. Sumber

Kaedah Mendidik Anak Menghafal Al- Quran Cara Cepat & Berkesan Read More »

Benarkan Lupa Hafalan Al Qur’an itu Dosa?

Bina Insan Sahabat Al Qur’an  – Benarkan lupa hafalan Al Qur’an itu dosa? Jawaban Orang cerdas adalah orang yang selalu ingat nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepadanya. Karena dengan ingat kita akan selamat. Sebagaiaman jika kita ingat dimana uang ratusan juta rupiah kita simpan, maka tentu kita dapat membelanjakannya sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan kita. Akan tetapi, jika sebaliknya kita lupa dimana uang ditaruh, pada hal kebutuhan sangat mendesak demi keselamatan hidup bersama keluaraga yang kita cintai, maka tentu binasalah kita, dan ini hamper-hampir mustahil terjadi pada kita. Padahal demikian itu, adalah gambaran kecil bagamaina nasib buruk seseorang terjadi karena lupa terhadap nikmat yang sedikit dan sifatnya semestara. Bayangkan, jika yang dilupakan itu adalah al-Qur’an sebagai satu-satunya nimat terbesar yang telah dianugerahkan oleh  Allah swt. kepada hamba-hambanya, apakah kita berani bersikap sembrono dengan tidak menjaganya sebaik-baik penjagaan, sehingga akibatnya kita menjadi lupa?. Sungguh sangat ironi tentunya. Apakah kita ingin selamat dari bencana kecil, sedangkan bencana yang lebih besar kita justeru mengabaikannya? Karena itu, sebenarnya hukum haram disini, bukan berarti karena lupanya seseorang terhadap al-Qur’an, akan tetapi keharaman itu adalah disebabkan karena ia telah mendzalimi dirinya sendiri, ketika ia telah membinasakannya akibat dari sikap berpaling dari al-Qur’an al-Karim. Sebagaiaman firman Allah swt. dalam surat Toha: :124-126 وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (124) قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا (125) قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى (126) 124. dan Barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam Keadaan buta”. 125. berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam Keadaan buta, Padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” 126. Allah berfirman: “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, Maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”. Dari ayat di atas jelas menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan lupa yang haram adalah I’rodh yang artinya berpaling dengan sengaja dari alquran yang dapat menghancurkan dua kehidupan:     – Di dunia mendapati kehidupan yang sempit, pada hal Allah swt. telah menjadikan bumi ini luas.    – Di Akhirat dalam keadaan buta mata kepalanya sehingga tidak dapat meniti jalan yang benar, kecuali jalan yang akan mengantarkannya ke dalam api neraka. Wal iyadhu billah. Rasulullah saw. telah mengingatkan kita pula akan bahaya lupa dalam arti berpaling dari al-Qur’an dalam sebuah Hadith yang diriwayakan oleh Abi Dawud dalam Sunannya: 461 عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « عُرِضَتْ عَلَىَّ أُجُورُ أُمَّتِى حَتَّى الْقَذَاةُ يُخْرِجُهَا الرَّجُلُ مِنَ الْمَسْجِدِ وَعُرِضَتْ عَلَىَّ ذُنُوبُ أُمَّتِى فَلَمْ أَرَ ذَنْبًا أَعْظَمَ مِنْ سُورَةٍ مِنَ الْقُرْآنِ أَوْ آيَةٍ أُوتِيَهَا رَجُلٌ ثُمَّ نَسِيَهَا ». Dari Anas bin Malik ra. Ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Telah ditunjukkan (oleh Allah) kepadaku pahala-pahala umatku, sampai kotoran mata (ketek) yang dibuang oleh  seseorang dari masjid. Dan ditunjukkan pula kepadaku macam-macam dosa umatku, maka aku tidak mendapati dosa yang lebih besar melebihi satu surat atau ayat dari al-Qur’an yang telah diberikan kepada seseorang (hafal) kemudian ia melupakannya. Dari ayat al-Qur’an dan Hadith tersebut di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:     – Haram bagi setiap hamba menzalimi diri sendiri dengan menjadikan hidupnya sengsara di dunia maupun akhirat.    – Sejahat-jahat penzaliman seseorang terhadap diri sendiri dan keluarganya adalah dengan berpaling dan melupakan al-Quran yang seharusnya diingat dan dijaga.    – Wajib bagi kita untuk menanamkan rasa cinta terhadap al-Qur’an dan mengetahui kadar keagungannya, agar hidup ini selalu termotifasi untu selalu mengingat al-Qur’an. Wallah a’lam. Sumber

Benarkan Lupa Hafalan Al Qur’an itu Dosa? Read More »

Hafalan Al-Qur’an Sehatkan Mental

Bina Insan Sahabat Al Qur’an  – Hasil penelitian di Mesir dan Saudi menyebutkan bahwa siswa yang berprestasi rata-rata penghafal Alquran. Meski tak ada data yang pasti, jumlah umat Islam di Tanah Air yang masih buta huruf Alquran diperkirakan masih sangat tinggi. Salah satu faktanya, separuh jamaah haji asal Indonesia yang berangkat setiap tahun ke Tanah Suci ternyata buta huruf Alquran alias tak bisa membaca kitab suci. Kondisi itu tentu sangat memprihatinkan. Apalagi, Indonesia merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Kini, gerakan untuk membebaskan umat dari buta huruf Alquran memang tengah digulirkan. Namun, upaya itu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pakar tafsir yang juga Dewan Pakar Pusat Studi Alquran (PSQ), Dr Muchlis Hanafi, mengungkapkan, guna mencegah munculnya generasi buta huruf Alquran,   setiap pelajar Muslim di Tanah Air harus bisa membaca dan memiliki hafalan Alquran. Menurut dia, Indonesia bisa mencontoh Mesir. Doktor tafsir dari Universitas Al Azhar itu, mengungkapkan, di Mesir, anak-anak telah menghafal Alquran sebelum masuk sekolah dasar.  ”Jadi, melalui katatib atau kuttab (tempat-tempat menghafal Alquran), anak-anak sejak kecil menghafal Alquran,” papar Muchlis. ”Begitu tamat madrasah Ibtidaiyah atau SD di Al-Azhar, anak-anak sudah selesai hafal Alquran 30 juz. Anak-anak di sana hafal Alquran umur sembilan tahun atau paling lambat 13 tahun,” tuturnya.  Muchlis mengungkapkan, hasil penelitian di Mesir dan Saudi menyebutkan  bahwa  siswa-siswa yang berprestasi rata-rata mereka hafal Alquran. ”Jadi, hafalan Alquran itu sangat menunjang prestasi belajar para siswa. Selain tentunya hafalan Alquran itu sendiri membantu meningkatkan kesehatan mental anak. Ini hal positif,”  ungkapnya. Namun, kata dia, jangan hanya berhenti pada hafalan. Hafalan  Alquran itu perlu terus dikembangkan. Karena itu,  di pesantren yang didirikan Pusat Studi Alquran (PSQ), Pesantren Baitul Quran sebanyak 19 orang huffadz yang sudah hafal 30 juz  diberi wawasan keilmuan, wawasan kewirausahaan, training, bermacam-macam training selama enam bulan. Menurut Muchlis, sekarang anak-anak kecil sudah banyak yang pandai membaca Alquran.  Setelah bisa membaca Alquran, kata dia,  perlu digalakkan program hafalan alias tahfiz Alquran. Sekarang ini, tuturnya, semangat menghafal Alquran sangat tinggi sekali. Rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta, Dr Ahsin Sakho Muhammad menambahkan,  periode menghafalkan Alquran itu harus mulai dari taman kanak-kanak sampai umur enam tahun. Jadi, anak sudah bisa menghafal Alquran. Kemudian mulai SD belajar umum, lalu sorenya dilanjutkan dengan menghafal Alquran ternyata hasilnya bagus sekali. ”Ini yang dilakukan oleh orang-orang Arab Saudi dan Mesir. Paginya sekolah umum, sore hari setelah pulang sekolah dilanjutkan dengan menghafal Alquran. Ternyata di Palestina sekarang ribuan anak sudah menghafal Alquran. Kemudian di masa musim liburan anak-anak dimasukkan ke dalam tahfiz Alquran,”  ungkap Ahsin. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Jawa Timur tengah mempersiapkan lahirnya para dosen, dekan hingga rektor yang hafal Alquran. ”Di dunia ini Perguruan Tinggi yang paling hebat Harvard University, AS. Perguruan Tinggi yang nomor satu milik Islam adalah Al-Azhar Kairo Mesir. Orang tatkala menyebut nomor satu tidak ada yang mengklaim nomor dua apalagi nomor empat. Makanya saya katakan kepada mahasiswa dan dosen di sini kita harus harus ambil posisi kosong itu. Kapan? Bukan sekarang tapi 25 tahun yang akan datang,” papar Rektor UIN Malang,  Prof Imam Suprayogo. Guna memenuhi target itu,  sejak 2009 UIN Malang merekrut 35 mahasiswa baru yang sudah hafal Alquran. ”Saya ambil dari pondok, aliyah-aliyah yang ada di Indonesia. Ke-35  itu kita beri beasiswa, uang saku, uang buku dan macam-macam. Nanti kalau empat tahun mereka lulus dan nilainya baik lalu kita teruskan di S-2 hingga S-3,” tuturnya. Menurut Imam, dunia harus diprogram. ”Dunia jangan tumbuh alamiyah. Kalau alamiyah, tidak indah. Pemimpin kampus juga diprogram sehingga nanti menjadi indah jangan hanya berjalan alami.” Karena itulah, Ustaz Yusuf Mansur meluncurkan program i’daad. Lewat program itu, para siswa  SD yang akan meneruskan ke SMP atau SMP ke SMA atau SMA ke perguruan tinggi bisa vacuum satu tahun dari pendidikan umum. Selama satu tahun itulah, mereka digembleng dan dibekali dengan pendidikan Alquran dan Sunah. Sehingga, mereka memiliki bekal berupa kekuatan tauhid yang sangat kokoh dalam mengarungi kehidupan. Prof Imam menilai, program i’daad seperti itu perlu didukung, karena merupakan  memprogram masa depan, bukan memprogram ujian. ”Saya senang sekali kalau ada inovasi seperti ini. Karena itu perlu kita dukung bersama-sama,” paparnya. Upaya itu, dinilai sebagai usaha untuk menciptakan  nuansa Qurani di Indonesia.  Sumber

Hafalan Al-Qur’an Sehatkan Mental Read More »