Mulailah Dengan Juz yang Mudah…!

Bina Insan Sahabat Al Qur’an –  Ketika mengetahui keutamaan menghafal Al-Qur’an, tiba-tiba diri ini langsung bersemangat untuk menghafal Al-Qur’an. Selanjutnya bingung, mau mulai dari mana? Mulai saja dari juz-juz atau surah-surah yang paling mudah terlebih dahulu.

Dr. Raghib As-Sirjani menyatakan bahwa menghafal Al-Qur’an tidak mesti sesuai urutan dalam Al-Qur’an, apalagi sewaktu awal menghafal. Beliau lebih cenderung apabila kita memulai dari juz-juz Al-Qur’an yang lebih mudah. Hal ini dilakukan agar bisa menghafalnya dengan cepat, serta menghasilkan hafalan yang baik dalam waktu yang relatif singkat.

Sebagai contoh, kita bisa memulai dari beberapa juz-juz berikut:

Pertama, Juz ke-30

Kedua, Juz ke-29

Ketiga, Surah Al-Baqarah

Keempat, Surah Ali Imran

Mungkin pada mulanya merasa khawatir tidak sanggup menyelesaikan hafalan kedua Surah ini, yaitu Al-Baqarah dan Ali Imran. Tapi sesungguhnya dibanding surah lainnya, kedua surah ini sangat mudah karena sejumlah alasan.

–          Banyak sekali ayat-ayat yang sering kita dengar dari kedua surah tersebut. Sebab ia seringkali dibaca oleh imam dalam shalat

–          Kedua surah ini mengandung banyak kisah. Orang yang telah mengetahui dan menguasai kisahnya, akan sangat mudah menghafal ayat-ayat tersebut.

–          Di hari kiamat kelak, surah Al-Baqarah dan Ali Imran akan membela penghafalnya.

Kemudian kita lanjutkan hafalan Surah An-Nisa, lalu Surah Al-Maidah dan seterusnya hingga selesai 30 juz, insya Allah. Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel

Kiat Mudah Menghafal Al-Qur’an

Menghafal Al-Qur’an merupakan salah satu ibadah yang kelak akan menolong seorang muslim saat dihari akhir nanti. Selain itu, menghafal Al-Qur’an juga merupakan salah satu ciri orang yang berilmu. Dalam surat Al-Ankabut ayat 49 Allah berfirman: بَلْ هُوَ آَيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآَيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ “Bahkan, Al Quran itu adalah ayat-ayat […]

Read More
Artikel

Syarat Diterimanya Syahadat

Syahadatain memiliki makna beritikad dan berikrar bahwasanya tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mengakui secara lahir batin bahwa Nabi Muhammad adalah hamba Allah dan RasulNya yang diutus kepada manusia sevara keseluruhan, sehingga sebagai seorang muuslim memiliki konsekuensi untk mengamalkan, mentaati perintahNya serta menjauhi laranganNya dan tidak mempersekutukan Allah. Dalam Surat […]

Read More
Artikel

Menundukan Pandangan

Mata merupakan jendela dunia. Mata sendiri merupakan anugerah yang Allah berikan kepada setiap manusia. Dengan mata kita bisa menikmati indahnya alam semesta ciptaan Allah. Selain itu ia menjadi pintu apakah untuk melihat hal positif ataupun negatif. Apabila digunakan hal baik akan mendapatkan Ridho dari Allah sedangkan bila negative maka adzab Allah sungguh pedih. Dalam Al-Quran […]

Read More